Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

Memperkecil ukuran kartu SIM

RC Blog - Semakin banyak ponsel pintar alias smartphonenkeluaran terbaru yang menggunakan kartu jenis mini SIM. Ponsel-ponsel pintar terbaru telah mengadopsi kartu jenis micro SIM. Sebagian ponsel pintar malah sudah melangkah ke nano SIM, sebut saja Apple iPhone 5 keatas.
 Kalau kartu SIM yang anda miliki masih berwujud mini SIM alias standar, hal itu seharusnya tak menghalangi niat anda untuk berganti ponsel. Pantang batal membeli ponsel tertentu hanya gara-gara ukuran kartu SIMnya tidak cocok dengan yang anda inginkan
 Anda tinggal memperkecil ukuran kartu SIM yang anda milik kok, sehingga sesuai dengan ponsel anda. Bagaimana caranya? Ada 4 pilihan yang penulis paparkan pada postingan kali ini. Mari kita simak tulisan admin RC Blog dibawah ini

1. Kunjungi Kantor Layanan Operator Seluler atau Servis Senternya.
Kepada petugas yang melayani, sampaikan kalau anda ingin memperkecil ukuran Kartu SIM yang anda miliki. Misalnya dari mini SIM ke micro SIM. Petugas Servis Senter biasanya akan memberikan dua pilihan. Pertama, kartu SIM lama dipotong. Layanan ini gratis. Anda sama sekali tidak dikenakan biaya. Kedua, kartu SIM lama diganti dengan yang baru yang ukurannya sesuai dengan permintaan anda. Nomor ponsel tidak berubah. Namun, data dari kartu SIM lama akan hilang, seperti SMS, kontak, dan lain-lain. Karena itu, petugas di kantor layanan biasanya menyarankan anda untuk membackup atau mencadangkannya terlebih dahulu.

2. Datang ke konter atau Servis Ponsel
Konter ponsel dan Servis Ponsel independen biasanya memiliki alat pemotong kartu SIM, anda dapat memotong kartu SIM anda disana. Tarif pemotongan kartu SIM beragam, mulai dari Rp. 1000 hingga Rp. 10.000. Tarif sebesar itu biasanya berlaku di mall atau pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Tarif yang dipungut oleh penjaga konter atau tempat servis ponsel yang berada di tepi jalan seringkali lebih murah. Hanya Rp. 2000

3. Membeli alat pemotong kartu SIM
Bila anda sering ganti nomer dan yakin akan memotong kartu SIM, tidak ada salahnya untuk mencoba menggunakan alat pemotong kartu SIM. Namanya adalah Sim Card Cutter. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah di toko yang menjual aksesoris atau suku cadang ponsel. Ada beragam pemotong kartu SIM yang tersedia di pasar. Carilah yang dibuat dari logam dan tampak lebih kuat dan kokoh. Sim Card Cutter harganya kisaran Rp. 50.000. Beda tempat beda harga, beda kualitas beda harga.

4. Menggunakan gunting
Ini adalah cara yang paling greget. Tak perlu ke Servis Senter, Konter, maupun membeli Sim Card Cutter. Cukup bermodalkan sebuah gunting, kemudian potonglah kartu SIM sesuai dengan bentuk dan ukuran keinginan atau ponsel anda. Pilihan terakhir ini sebenarnya tidak direkomendasikan, karena persentase keberhasilannya sangat rendah. Apalagi jika anda belum pernah melakukannya. Kecuali jika anda sudah terbiasa memotong kartu SIM menggunakan gunting.
Share:  

Cara ampuh menghemat baterai Android


RC Blog Sebagian besar pemakai ponsel pintar bersistem operasi Android sering mengeluhkan daya tahan baterai ponsel pintar kesayangannya. Baru digunakan setengah hari, notifikasi baterai lemah atau low bat sudah tersaji di layar ponsel pintar kesayangannya.

Pemakai harus bergegas mencharge ponselnya, baik itu menghubungkannya langsung ke colokan listrik, ke port USB pada komputer/laptop, atau melalui Powerbank. Hal lain yang dilakukan pengguna saat baterai ponsel lemah adalah menggantinya dengan baterai cadangan, sedangkan baterai utamanya dicharge menggunakan cas-casan kodok.

Dengan sedikit mengubah pengaturan pada ponsel android, konsumsi daya baterai ponsel Android sebenarnya bisa dikecilkan atau dihemat. Ponsel pun masih bisa dipakai dengan cukup optimal sebagaimana layaknya ponsel pintar alias smartphone. Lantas bagaimana caranya?

- Ubah Pencahayaan dan timeout Layar
Semata-mata supaya layar terlihat terang benderang, sebagian pemakai ponsel pintar biasanya mengatur tingkat pencahayaan atau brightness layar di posisi yang cukup tinggi, yaitu 80 persen hingga 100 persen. Selain dapat menyebabkan baterai ponsel menjadi boros, tingkat pencahayaan setinggi itu tidak baik untuk kesehatan mata pemakai.

Aturlah brightness layar pada tingkat yang lebih rendah, tetapi masih nyaman untuk dipandang mata. Saya biasanya mengatur tingkat pencahayaan atau brightness layar di rentang 30 persen sampai 40 persen, bergantung kebutuhan dan tampilan nyata layar ponsel. Supaya lebih hemat lagi, anda bisa mengatur pencahayaan pada angka hingga 10 persen, tetapi hal ini tidak enak dipandang mata.

Hal lain yang perlu diperhatikan dan diatur adalah screen timeout (durasi pencahayaan), dihitung sejak pencahayaan layar ponsel menyala hingga padam. Menurut saya, memilih durasi 30 detik sampai 1 menit adalah pilihan terbaik. Hindari memilih durasi pencahayaan sampai 5 menit, 15 menit, apalagi 30 menit. Kecuali jika anda memang membutuhkan screen timeout yang lama.

- Prioritaskan Wi-Fi
 Apakah rumah dan kantor sobat dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi? Jika iya dan Anda berada di sana selama berjam-jam, sebaiknya Anda memprioritaskan koneksi internet lewat Wi-Fi. Koneksi internet dengan memanfaatkan nomor yang terpasang di ponsel seyogyanya dijadikan prioritas kedua. 

Karena beragam alasan yang cukup banyak untuk dijelaskan secara detail, mengakses dunia maya melalui jaringan Wi-Fi biasanya lebih irit baterai. Perbedaan itu akan semakin mencolok jika sinyal seluler yang diterima ponsel Anda relatif lemah. Saat sedang di luar rumah atau kantor, barulah Anda menggunakan layanan internet GSM atau CDMA yang nomornya terpasang di handphone anda.

   - Rajin Menutup Aplikasi
Smartphone Android sebenarnya sudah cukup pintar dalam melakukan manajemen aplikasi dan memori. Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika pengguna rutin menutup aplikasi yang sudah tidak dipakai lagi. Sebab, banyak sedikitnya aplikasi yang berjalan di latar belakang smartphone android akan mempengaruhi konsumsi baterai.

   - Jangan lupa menonaktifkan Bluetooth dan GPS
Apabila anda sedang tidak membutuhkan kedua fitur tersebut, lebih baik Anda menonaktifkan bluetooth dan GPS. Kebiasaan membiarkan bluetooth maupun GPS tetap menyala otomatis memperbanyak konsumsi baterai ponsel.    Bagaimana jika setiap hari sobat memakai headset bluetooth atau jam tangan pintar (smartwatch)? Jika kondisinya demikian, fitur bluetooth idealnya memang selalu aktif. Namun, GPS tetap boleh dipadamkan saat tidak dibutuhkan.

   - Kunci di Jaringan yang Stabil
Rata-rat ponsel bersistem operasi milik Google telah mendukung layanan 3G dan sejenisnya. Misalnya, HSDPA 14,4 Mbps dan HSPA 7,2 Mbps. Mode jaringan di mayoritas smartphone android biasanya memiliki pengaturan awal WCDMA/GSM.
Hal tersebut berarti ponsel dapat berpindah dari jaringan 3G ke 2G atau sebaliknya secara otomatis. Ponsel senantiasa mencari jaringan dengan sinyal yang paling kuat. Di satu sisi pengaturan standar itu memang menguntungkan.
Ponsel bakal selalu mendapatkan sinyal, kecuali saat berada di luar area layanan atau di lokasi tertentu yang sangat ekstrem. Contohnya, di dalam lift dan ruangan berdinding beton tebal. 
Di sisi lain, pengaturan standar tersebut dapat merugikan pengguna. Jika kondisi jaringan operator seluler yang Anda gunakan tidak stabil, ponsel akan sering berpindah dari satu jaringan ke jaringan lain. Akibatnya, daya baterai lebih cepat habis.
Seandainya di tempat sobat rutin beraktivitas sinyal 3G operator yang digunakan kebetulan stabil dan cukup kuat, lakukan sebuah perubahan kecil. Kuncilah ponsel supaya selalu berada di jaringan WCDMA only alias 3G.
Selain dapat menghemat konsumsi baterai karena tidak berpindah-pindah jaringan, normalnya berinternet di jaringan 3G lebih cepat daripada di jaringan 2G.
Share:  

Jumat, 06 Maret 2015

Macam-macam kartu SIM berdasarkan ukuran

RC Blog  - Pada postingan kali ini, admin RC Blog akan memberikan sebuah informasi mengenai Jenis jenis atau macam-macam kartu SIM berdasarkan ukurannya. Sejak ponsel GSM mulai dipasarkan di Indonesia sampai sekarang, ada 4 ukuran kartu sim atau simcard yang pernah beredar. Satu diantaranya sudah tidak digunakan lagi. Kalau dicermati dan diperhatikan, ukuran kartu SIM dari waktu ke waktu semakin kecil alias mungil. Penasaran seperti apa wujudnya ?Ayo, mari kita kenali mereka satu per satu.


1. Full-Size SIM Card
Ukurannya paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya. Panjang dan lebarnya setara dengan kartu ATM atau Kartu Kredit yang ada di dompet anda. Sebagian ponsel GSM yang beredar di Indonesia pada tahun 1990-an ( Adminnya belum lahir :v ) menggunakan Kartu SIM jenis ini. Ponsel-ponsel itu tentu saja memiliki bodi yang berukuran bongsor. Lebar dan seringkali cukup tebal.

2. Mini SIM Card
Hingga saat ini, masih disebut sebagai Kartu SIM standar atau reguler. Sebab, populasi ponsel yang mengunakan Kartu SIM jenis ini memang masih sangat banyak. Ponsel berfitur ala kadarnya alias Feature Phone keluaran terbaru tetap mengadopsi kartu Mini SIM. Sedangkan ponsel pintar alias Smartphone generasi terbaru, terutama yang ditawarkan produsen merek global, sudah cenderung meninggalkan Kartu SIM jenis ini

3. Micro SIM Card
Bayangkan saja ada sebuah kartu mini SIM yang sekelilingnya dipotong sebagian. Itulah kartu micro SIM. Apple iPhone 4 merupakan ponsel pertama yang menggunakan kartu jenis ini.
Berbagai merek dan tipe ponsel pintar telah memanfaatkan kartu micro SIM. Sementara itu, pengguna kartu Micro SIM di Feature Phone masih sangat terbatas, alias langkah.
Satu dari segelintir Feature Phone yang telah menggunakan Kartu SIM jenis ini adalah Nokia 208.

4. Nano SIM Card
Kartu SIM yang berukuran paling kecil yang saat ini dipakai adalah nano SIM. Lagi-lagi Apple yang menjadi pelopor standar ukuran baru kartu SIM. Kalau kartu micro SIM kali pertama digunakan di Apple iPhone 4, kartu nano SIM mulai dipakai di Apple iPhone 5.
Selain lebih mungil, bila diperhatikan kartu nano SIM sedikit lebih tipis dibandingkan Full-Size SIM Card, mini SIM, dan Micro SIM. Standar ketebalan Nano SIM hanya 0,67milimeter, sedangkan 3 ukuran kartu SIM lainnya 0,76milimeter
Share:  

Sabtu, 28 Februari 2015

Cara Terbaik Mengenali Aplikasi Berbahaya Pada Android

RC Blog - kebanyakan para pengguna Android tidak memperhatikan aplikasi apa saja yang bisa membahayakan untuk Androidnya, sehingga Android dapat terkena virus bahkan juga bisa mengalami kerusakan. 
Cara Terbaik Mengenali Aplikasi Berbahaya Pada<a href='http://gubugandroid.blogspot.com/'> Android</a>
Mengenali Aplikasi Berbahaya Pada Android
Nah kali ini Gubug Android akan memberikan Cara Terbaik Mengenali Aplikasi Berbahaya Pada Android untuk anda para pengguna Android, langsung saja berikut adalah ciri-ciri Aplikasi yang dapat membahayakan Android anda.


Download dari situs terpercaya

Usahakan download aplikasi dari situs terpercaya, jangan asal mendwonload aplikasi dari link link tak di kenal, karena kemungkinan besar aplikasi tersebut sudah dimodifikasi dan di isi malware oleh sejumlah orang yang tidak bertanggungjawab dan kemudian di publikasikan.


Cek Review dari Aplikasi Tersebut

Sebelum emngunduh aplikasi, biasakan untuk melihat review dari para user yang telah mengunduh aplikasi tersebut, dari situ terlihat apakah aplikasi tersebut layak untuk di unduh atau tidak.


Cek Aplikasi Permission

Biasanya setiap akan menginstall aplikasi akan muncul aplikasi permision, yakni hak aplikasi untuk sinkron dengan beberapa akun anda, misalnya kontak,email dll. Jika Droiders tidak yakin dengan aplikasi yang mengakses bebrapa akun pribadi , sebaiknya jangan mengunduh aplikasi tersebut, demi keamanan data pribadi Droiders.


Install Antivirus Jika Perlu

Antivirus  disini berperan sebagai pendeteksi malware, meski masih belum sepenuhnya bisa menjaga keamanan Android yang kita gunakan dari serangan Malware, namun setidaknya dengan Antivirus Droiders bisa lebih aman menginstall beberapa palikasi yang droiders ragukan, karena antivirus akan memberitahu jika ada kemungkinan malware yang terkandung dalam sebuah aplikasi yang akan di sintall pada gadget Android.
Nah itulah yang harus anda ketahui untuk Mengenali Aplikasi Berbahaya Pada Android anda, demikian informasi yang kami dapat berikan untuk anda, kami akan selalu memberi tips-tips menarik lainnya setiap saat. Sekian dan terimakasih atas kunjungan anda semoga bermanfaat.
Share: